Berita Japan + Indonesia | Music | Foto | Video | JKT48 | Dll
Rabu, 26 Juni 2013
Pelajar sma menabrak rumah warga
Jakarta (ANTARA) - Seorang pelajar SMP, Kholis (16) yang mengemudikan mobil bak terbuka, menabrak rumah warga dan tiga unit mobil bernomor polisi B-9088-QD di Jalan Anggrek Nely Murni, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa sore.
"Saya panik karena belum lancar membawa mobil," kata Kholis di Markas Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Selasa.
Kholis mengaku dirinya berencana mengunjungi rumah temannya di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat, dengan membawa mobil bak terbuka, namun saat melintasi Jalan Anggrek Nelly Murni menabrak mobil dan salah satu rumah warga.
Saksi mata, Harsiman menuturkan pelajar SMP tersebut sempat melarikan diri usai menabrak mobil, namun warga yang berada di sekitar lokasi, mengejar dan menghentikan mobil yang dikemudikan Kholis.
Selanjutnya, massa yang kesal sempat mengeroyok Kholis, namun petugas kepolisian berhasil mengamankan remaja tersebut dari amukan warga sekitar.
Saat ini, petugas memeriksa Kholis guna diminta keterangan dan diproses lebih lanjut di Markas Polsek Palmerah.(FR)
seorang pelajar sms menabrak rumah warga dengan mengendarai mobil
Jakarta (ANTARA) - Seorang pelajar SMP, Kholis (16) yang mengemudikan mobil bak terbuka, menabrak rumah warga dan tiga unit mobil bernomor polisi B-9088-QD di Jalan Anggrek Nely Murni, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa sore.
"Saya panik karena belum lancar membawa mobil," kata Kholis di Markas Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Selasa.
Kholis mengaku dirinya berencana mengunjungi rumah temannya di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat, dengan membawa mobil bak terbuka, namun saat melintasi Jalan Anggrek Nelly Murni menabrak mobil dan salah satu rumah warga.
Saksi mata, Harsiman menuturkan pelajar SMP tersebut sempat melarikan diri usai menabrak mobil, namun warga yang berada di sekitar lokasi, mengejar dan menghentikan mobil yang dikemudikan Kholis.
Selanjutnya, massa yang kesal sempat mengeroyok Kholis, namun petugas kepolisian berhasil mengamankan remaja tersebut dari amukan warga sekitar.
Saat ini, petugas memeriksa Kholis guna diminta keterangan dan diproses lebih lanjut di Markas Polsek Palmerah.(FR)
seorang pelajar sms menabrak rumah warga dengan mengendarai mobil
Jakarta (ANTARA) - Seorang pelajar SMP, Kholis (16) yang mengemudikan mobil bak terbuka, menabrak rumah warga dan tiga unit mobil bernomor polisi B-9088-QD di Jalan Anggrek Nely Murni, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa sore.
"Saya panik karena belum lancar membawa mobil," kata Kholis di Markas Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Selasa.
Kholis mengaku dirinya berencana mengunjungi rumah temannya di daerah Kemanggisan, Jakarta Barat, dengan membawa mobil bak terbuka, namun saat melintasi Jalan Anggrek Nelly Murni menabrak mobil dan salah satu rumah warga.
Saksi mata, Harsiman menuturkan pelajar SMP tersebut sempat melarikan diri usai menabrak mobil, namun warga yang berada di sekitar lokasi, mengejar dan menghentikan mobil yang dikemudikan Kholis.
Selanjutnya, massa yang kesal sempat mengeroyok Kholis, namun petugas kepolisian berhasil mengamankan remaja tersebut dari amukan warga sekitar.
Saat ini, petugas memeriksa Kholis guna diminta keterangan dan diproses lebih lanjut di Markas Polsek Palmerah.(FR)
modal muka melas si gelandangan.
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Gelandangan yang suka meminta-minta di pinggir jalan ternyata berpenghasilan tinggi. Hal ini diungkap oleh oleh Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda kepada wartawan, Rabu (26/6/2013).
"Mereka bisa mendapat penghasilan 500 ribu-1 juta sehari," ujar Miftah.
Menurut Miftah jumlah pendapatan yang begitu besar membuat mereka merasa nyaman dengan profesi mereka sebagai pengemis, inilah yang membuat jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terus meningkat.
"Karena pendapatan yang besar itulah yang membuat mereka enggan berganti profesi. Hanya memasang ekspresi memelas mereka sudah dapat segitu," terangnya.
Ia juga menuturkan, dari jumlah penghasilan yang mereka dapatkan para PMKS ini bahkan mampu membangun rumah-rumah mewah di kampung halaman mereka.
Oleh karena itu pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis di jalan. Miftah menyebut lebih baik masyarakat yang ingin menyumbang, memberikan uang mereka kepada lembaga-lembaga zakat dan infak sehingga lebih tepat sasaran. "Ketimbang memberikannya di jalan," tandasnya.
Kamis, 15 November 2012
Jumat, 02 November 2012
Langganan:
Postingan (Atom)